JAKARTA, PosNusantara.com – Istilah “desil” belakangan ini semakin sering muncul di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang menantikan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Namun, apa sebenarnya desil itu, dan mengapa penting untuk mengetahuinya? Desil adalah kunci utama yang digunakan pemerintah untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima berbagai program bantuan, mulai dari Sembako, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga subsidi BBM.
Memahami Konsep Desil
Secara sederhana, desil adalah sistem pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Data ini bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam sistem ini, seluruh keluarga di Indonesia dibagi menjadi 10 kelompok yang sama besar, masing-masing mewakili sekitar 10 persen dari total populasi.
-
Desil 1 adalah kelompok 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah (paling miskin).
-
Desil 10 adalah kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan tertinggi (paling mampu).
Prinsip dasarnya: semakin kecil angka desil Anda, semakin rendah tingkat kesejahteraan Anda, dan semakin besar prioritas Anda untuk mendapatkan bantuan.
Arti Desil 1-10
Berikut adalah gambaran posisi kesejahteraan untuk setiap desil:
| Desil | Posisi Kesejahteraan | Gambaran Sederhana |
|---|---|---|
| Desil 1 | 10% Paling Bawah | Miskin & Miskin Ekstrem (Prioritas Utama) |
| Desil 2 | 11-20% Terbawah | Kesejahteraan Sangat Rendah |
| Desil 3 | 21-30% Terbawah | Kesejahteraan Rendah / Rentan |
| Desil 4 | 31-40% Terbawah | Kelompok Kesejahteraan Terbawah |
| Desil 5 | 41-50% | Menengah-Bawah |
| Desil 6-10 | 51-100% | Menengah hingga Kesejahteraan Tertinggi |

Kriteria Desil untuk Setiap Program
Pemerintah menggunakan data desil untuk memastikan bahwa setiap program bantuan dan subsidi benar-benar tepat sasaran. Berikut adalah rincian fungsi dan kriteria desil untuk beberapa program utama:
1. Bantuan Sembako / BPNT
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako adalah bantuan pangan yang diberikan kepada keluarga prasejahtera. Pada tahun 2026, pemerintah memperketat kriteria penerima bansos ini.
-
Kriteria Desil: Prioritas utama diberikan kepada keluarga yang masuk dalam kelompok Desil 1 hingga 4.
-
Perubahan Aturan: Sebelumnya, penerima BPNT mencakup Desil 1-5. Mulai Triwulan I 2026, aturan ini diubah hanya untuk Desil 1-4. Keluarga di Desil 5 yang sebelumnya menerima bantuan akan dialihkan dan digantikan oleh keluarga dari Desil 1-4 yang lebih membutuhkan.
2. Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP adalah bantuan pendidikan dari pemerintah yang diberikan kepada anak usia sekolah (SD hingga SMA) dari keluarga kurang mampu.
-
Kriteria Desil: Penerima PIP adalah siswa yang berasal dari keluarga dengan status Desil 1 hingga 4.
-
Fungsi: Memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa mengakses dan melanjutkan pendidikan, mencegah mereka putus sekolah karena alasan biaya.
3. Subsidi BBM (Pertalite)
Berbeda dengan bansos, kebijakan subsidi BBM justru menggunakan desil untuk membatasi akses bagi kelompok masyarakat yang dianggap mampu.
-
Kriteria Desil: Pemerintah berencana membatasi pembelian BBM subsidi jenis Pertalite untuk kelompok Desil 9 dan 10.
-
Fungsi: Masyarakat di Desil 9 dan 10 dianggap sebagai kelompok ekonomi atas yang tidak berhak lagi menikmati subsidi. Pembatasan ini bertujuan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran dan hanya dinikmati oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.
-
Status Kebijakan: Rencana ini masih dalam tahap kajian dan belum menjadi aturan final. Saat ini, aturan yang berlaku adalah pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat maksimal 50 liter per hari, sedangkan untuk bus dan truk maksimal 200 liter per hari.
Faktor Penentu dan Cara Mengecek Desil
Penting untuk dipahami bahwa desil tidak ditentukan hanya berdasarkan nominal gaji bulanan. Pemeringkatan menggunakan berbagai variabel sosial ekonomi, meliputi:
-
Pekerjaan dan tingkat pendidikan anggota keluarga.
-
Kondisi fisik rumah dan daya listrik.
-
Kepemilikan aset.
-
Jumlah tanggungan keluarga.
Oleh karena itu, dua keluarga dengan penghasilan yang sama bisa berada di desil yang berbeda.
Cara Cek Desil Anda
Anda dapat mengecek status desil Anda secara mandiri melalui dua cara resmi:
-
Melalui Website Kemensos:
-
Kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id.
-
Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sesuai KTP.
-
Masukkan kode captcha yang tersedia.
-
Klik tombol “Cari Data”.
-
Hasil pencarian akan menampilkan informasi data yang terdaftar, termasuk desil.
-
-
Melalui Website BPS:
-
Kunjungi situs dtsen-form.bps.go.id.
-
Klik “Lainnya”, lalu isi NIK dan Captcha.
-
Klik “Cek Desil” dan ikuti proses hingga informasi desil ditampilkan.
-
Catatan Penting
-
Data Dinamis: Desil DTSEN bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
-
Update Data: Jika Anda merasa data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, Anda dapat mengajukan perbaikan data melalui mekanisme yang tersedia.
Memahami arti dan fungsi desil sangat penting untuk mengetahui hak-hak Anda sebagai warga negara. Desil menjadi instrumen kunci pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Dengan mengetahui desil Anda, Anda dapat memastikan apakah Anda termasuk dalam prioritas penerima bansos seperti Sembako dan PIP, atau termasuk kelompok yang akan dibatasi aksesnya terhadap subsidi BBM.
Link https://cekbansos.kemensos.go.id/
📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya














