SUMEDANG, PosNusantara.com – Di balik keindahan alam Sumedang, Jawa Barat, tersimpan sebuah warisan leluhur yang tak ternilai: Gusmus Raksa Jasad (GMRJ). Metode pengobatan tradisional asli Indonesia ini kini tidak hanya diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia, tetapi juga telah meraih pengakuan dari berbagai lembaga nasional dan internasional.
Metode ini merupakan pendekatan holistik yang menggabungkan unsur spiritual, mental, dan fisik dalam upaya penyembuhan. Namanya sendiri berasal dari sosok Abuya Agus Muslim, guru besar yang merumuskan dan mengembangkan metode ini secara sistematis sejak tahun 1997. Keilmuan Gusmus Raksa Jasad berakar dari kitab-kitab kuno, antara lain kitab “Nabawaatala” dan “Hayatul Fatah”, sebelum diwariskan melalui para leluhur hingga sampai kepada pendirinya.
🌿 Filosofi dan Tiga Pilar Utama
Gusmus Raksa Jasad bukan sekadar teknik pengobatan, melainkan sebuah filosofi hidup yang mengajarkan keseimbangan antara ketuhanan, kesehatan mental, dan kesehatan fisik. Dalam praktiknya, metode ini mengajarkan tiga pilar utama keilmuan:
-
Ilmu Ketunggalan, yang menekankan ketauhidan kepada Allah SWT.
-
Nata Diri dan Nata Raga, pembentukan karakter serta kesehatan mental terapis sebelum menangani pasien.
-
Raksa Jasad, yang berfokus pada pemeliharaan dan perbaikan kondisi fisik tubuh.
Pendekatan holistik ini yang membedakan Gusmus Raksa Jasad dari metode pengobatan tradisional lainnya. Pengobatan ini berupaya membudayakan kembali pengobatan yang sesuai dengan ajaran Rasulullah di era modern.
⚕️ Ragam Metode Terapi
Gusmus Raksa Jasad menerapkan berbagai metode terapi yang telah teruji, antara lain:
-
Akupoint anatomi (akupresur/totok) — penekanan pada titik-titik tubuh.
-
Kupra atau bekam dengan SOP khusus.
-
Tusuk jarum (akupunktur) sesuai jenjang kompetensi.
-
Hipnoterapi.
-
Terapi herbal berbasis kabuyutan.
-
Pijat refleksi.
Metode-metode ini diklaim mampu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari pegal-pegal, masuk angin, melancarkan peredaran darah, darah tinggi, kolesterol, asam urat, kesemutan, syaraf kejepit, hingga stroke. Bahkan bagi pasien yang takut dengan jarum atau darah, GM Terapi juga memberikan solusi alternatif.
📜 Pengakuan dan Legalitas Formal
Perjuangan Agus Muslim dalam melestarikan warisan budaya ini membuahkan hasil yang membanggakan:
| Pengakuan | Lembaga Penerbit |
|---|---|
| Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan |
| STPT (Surat Tanda Pendaftaran Terapis) | Kementerian Kesehatan RI |
| SKKK (Standar Kompetensi Kerja Khusus) | Kemenaker RI |
| Sertifikasi Kompetensi Profesi | BNSP |
| Lisensi LSP | BNSP (Nomor: KEP.2146/BNSP/X/2021) |
| Kerja Sama dengan UPI Sumedang | Universitas Pendidikan Indonesia |
Sertifikasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Penyehat Tradisional Gusmus Raksa Jasad telah mendapatkan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi ini merupakan bukti bahwa standar kompetensi yang digunakan telah sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Pengakuan dari berbagai lembaga ini menegaskan bahwa Gusmus Raksa Jasad bukan sekadar pengobatan alternatif, melainkan praktik empiris berbasis budaya yang telah terbukti dan berjalan lintas generasi.
🤝 Kolaborasi dan Kemitraan Strategis
Untuk memperkuat ekosistem pengobatan tradisional, Gusmus Raksa Jasad terus menjalin berbagai kemitraan strategis:
🏫 Kerja Sama dengan UPI Sumedang
Pada tahun 2025, UPI Sumedang resmi menjalin kerja sama dengan PT. Gusmus Raksa Jasad Citengah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman. Kerja sama ini mencakup:
-
Pengembangan program pendidikan dan pelatihan.
-
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
-
Peluang magang bagi mahasiswa.
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan memperluas jejaring kemitraan.
📱 Digitalisasi Sertifikasi dengan NAS Online
Pada Mei 2025, LSP Penyehat Tradisional Gusmus Raksa Jasad menggelar Kick Off Meeting dengan NAS Online, sebuah aplikasi sertifikasi digital. Kerja sama ini bertujuan untuk:
-
Memperluas akses sertifikasi profesi.
-
Meningkatkan kualitas SDM di bidang pengobatan tradisional.
-
Mendigitalisasi proses pelatihan dan sertifikasi.
Pelatihan bagi para asesor pun digelar untuk memperkuat kapasitas dalam menggunakan sistem digital ini.
🌍 Kegiatan Sosial dan Edukasi Masyarakat
Gusmus Raksa Jasad tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi masyarakat. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan antara lain:
1. Bakti Sosial Pengobatan Gratis
-
Purwakarta (Juli 2024): Grhya Pelita Therapi mengadakan bakti sosial di Kampung Sempurnunggal, Purwakarta. Ratusan warga antusias mengikuti pengobatan gratis berupa bekam, akupunktur, hingga refleksi.
-
Purwakarta (September 2024): Kegiatan serupa kembali digelar dan diikuti oleh ratusan warga dari Kabupaten Purwakarta dan Karawang.
-
Bandung (Januari 2026): Bakti Terapi di Taman Cibaduyut Indah mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
2. Edukasi Pola Hidup Sehat
Selain pengobatan, masyarakat juga diberikan wawasan tentang 4 pola hidup sehat: pola makan, pola tidur, pola minum, dan pola pikir yang baik.
3. Silaturahmi Nasional dan GM Awards
Perkumpulan penyehat tradisional Gusmus Raksa Jasad (PGRJ) secara rutin menggelar acara silaturahmi Nasional dan GM Awards sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antar terapis dan memberikan apresiasi bagi yang berprestasi.
🏢 Struktur Organisasi PGRJ
Perkumpulan Gusmus Raksa Jasad (PGRJ) memiliki struktur organisasi yang jelas dan profesional:
-
DPP (Pusat) — sebagai koordinator nasional.
-
DPD (Daerah) — sebagai koordinator tingkat provinsi.
-
DPC (Cabang) — sebagai koordinator tingkat kabupaten/kota.
Struktur yang terorganisir ini memastikan bahwa setiap anggota mendapatkan pembinaan dan pengawasan yang memadai. PGRJ juga bertugas menaungi setiap anggota dalam hal legal formal seperti pemberian rekomendasi dan pengembangan kompetensi.
💬 Harapan dan Visi ke Depan
Agus Muslim sebagai pendiri Gusmus Raksa Jasad berjuang agar warisan budaya bangsa dalam bentuk keterampilan penyehat tradisional ini tidak punah dan dapat sejajar dengan keilmuan kesehatan tradisional lain. Visi ini semakin mendekati kenyataan dengan berbagai pengakuan yang telah diraih.
Master terapis Cepi Basuki Wijaya menyampaikan bahwa komunitas ini bertujuan menjadi manusia bermanfaat dan mengedukasi masyarakat terkait kesehatannya. Mereka juga mengajak pasien yang diterapi agar bisa menjadi terapis sehingga minimal bisa mengobati keluarganya.
“Kami ini tidak menyembuhkan tetapi memberikan jalan untuk sembuh. Karena yang menyembuhkan itu Allah SWT. Obat yang kami berikan ini sudah BPOM sehingga bisa dipertanggungjawabkan.”
Dengan semangat melestarikan warisan leluhur, pengakuan formal dari berbagai lembaga, dan komitmen untuk terus berinovasi, Gusmus Raksa Jasad siap melangkah lebih jauh—menjaga tradisi, menyehatkan bangsa.
📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya














