Dirly Idol: Dari Runner-Up Indonesian Idol 2006 yang Hampir Jadi Politisi, Kini Berjuang Lewat Lagu untuk Bangkitkan Nasionalisme
Profil lengkap Dirly (Dearly Dave Sompie), runner-up Indonesian Idol 2006. Simak perjalanan karier, pernikahan dengan Celine Evangelista dan Nola Tyaz Handoyo,
JAKARTA, PosNusantara.com – Dua dekade telah berlalu sejak namanya melambung sebagai bintang muda berbakat di panggung Indonesian Idol. Namun, perjalanan Dirly (Dearly Dave Sompie) belum usai. Dari runner-up yang nyaris menjadi juara, duda dua anak yang sempat menghilang dari sorotan, hingga aktor FTV yang kembali aktif, Dirly Idol kini hadir dengan misi baru: membangkitkan semangat nasionalisme lewat lagu.
Siapa sangka, pria kelahiran Manado, 10 Desember 1989 ini, yang dulu dikenal sebagai The Manado Baby karena menjadi finalis termuda asal Manado saat masih duduk di bangku SMU, kini berusia 36 tahun dan memiliki tiga anak kandung serta satu anak asuh. Perjalanan hidupnya penuh lika-liku—dari panggung megah Indonesian Idol, pernikahan singkat dengan aktris Celine Evangelista yang hanya bertahan setahun (2012-2013), hingga menemukan kebahagiaan kedua dengan pramugari Nola Tyaz Handoyo yang dinikahinya pada 2017.
Kini, di tahun 2026, Dirly kembali mencuri perhatian. Bukan karena gosip percintaan, tetapi karena langkahnya yang berani mengajak generasi milenial mencintai Indonesia melalui karya musik terbarunya.
🎤 Dari Grand Final Indonesian Idol ke Panggung yang Lebih Luas
Bagi penggemar Indonesian Idol angkatan 2006, nama Dirly sudah sangat familiar. Ia berhasil melaju ke babak Grand Final dan menjadi runner-up setelah kalah tipis dari Ihsan Tarore dalam pemungutan suara. Para juri bahkan sempat menjagokan Dirly sebagai pemenang sebelum akhirnya ia harus puas di posisi kedua.
Penampilannya di babak 7 besar saat membawakan lagu “Kisah Cintaku” milik Chrisye menjadi titik balik yang membuatnya mencuri perhatian publik. Setelah kompetisi usai, Dirly langsung merilis album perdana bertajuk “Menggapai Mimpi” pada 2008 di bawah naungan Sony BMG Indonesia. Single hits-nya seperti “Sampai ke Ujung Dunia” dan “Kemenangan Hati” (duet dengan Ghea Idol) sempat populer di masanya.
🎭 Dari Panggung ke Layar Kaca dan Layar Lebar
Dirly bukan hanya penyanyi. Ia juga merambah dunia akting dengan debut di sinetron Mak Comblang selama 6 episode, sebelum akhirnya menjadi pemeran utama dalam sinetron Idola. Berkat sinetron ini, ia bahkan mendapat gelar 10 pesinetron paling keren versi majalah Teen. Ia juga sempat tampil sebagai cameo dalam film horor The Shaman (2008).
Namun, popularitasnya sempat meredup. Setelah perceraiannya dengan Celine Evangelista pada 2013, Dirly lebih memilih untuk menjaga privasi dan fokus pada keluarga barunya. Namanya jarang tersorot media, meski ia masih aktif membintangi berbagai FTV.Mantan Istri Dirly (foto:istimewa)
💔 Pasang Surut Cinta: Dari Celine Evangelista Hingga Nola Tyaz Handoyo
Kehidupan asmara Dirly tak kalah dramatis. Ia menikahi Celine Evangelista pada 2012, namun pernikahan mereka hanya bertahan setahun. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang putri, Eleeya Xaviera Sompie (lahir 1 September 2012), dan sebelumnya juga mengadopsi seorang anak bernama Jemima Guri Clementine Sompie (lahir 18 Agustus 2011).
Setelah perceraian, Dirly menikah lagi pada 19 November 2017 dengan Nola Tyaz Handoyo, seorang pramugari. Pernikahan ini dikaruniai dua anak: Imanuel Elliot Sompie (lahir 2018) dan Star Arimbi Sompie (lahir 30 April 2021). Rumah tangga keduanya dikabarkan langgeng dan harmonis hingga kini.
🎵 Kembali dengan Misi: Lagu Nasionalisme untuk Generasi Muda
Dirly tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia tarik suara. Pada 2020, ia merilis single “Disaat Kau Pergi” di bawah label Legenda Musikindo. Namun, gebrakan terbesarnya terjadi pada 2022, ketika ia merilis sebuah lagu bertema nasionalisme yang diciptakan oleh Yenny Sucipto, seorang aktivis anti-korupsi yang kini berada di Kantor Staf Presiden.
Lagu ini menjadi langkah berani Dirly untuk keluar dari zona nyaman lagu-lagu cinta. Ia mengajak generasi milenial untuk mencintai Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, ideologi, dan adat istiadat.
“Lagu ini sebenarnya adalah ikhtiar membangkitkan semangat anak-anak muda untuk mencintai Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku, ada banyak ideologi dan latar belakang adat istiadat yang beragam,” ujar Dirly.
Yang menarik, lagu ini merupakan perpaduan antara musik tradisional dan hip-hop, tanpa mengurangi jiwa dari syair-syair yang menggelorakan semangat perjuangan. Proses syuting video klipnya bahkan berlangsung selama dua hari di dua lokasi berbeda di Bali: Kintamani dan Gili Putih.
Dirly mengaku bangga bisa mengangkat nilai-nilai budaya bangsa melalui lagu ini, termasuk memperkenalkan alat-alat musik tradisional dan tarian asal Bali.
“Semoga lagu ini memberi kontribusi bagi bangsa dan negara kita,” ungkap pria pelantun lagu Bumi Berhenti Berputar itu.Dirly (foto:koleksi pribadi)
“Kami ini tidak menyembuhkan tetapi memberikan jalan untuk sembuh. Karena yang menyembuhkan itu Allah SWT. Obat yang kami berikan ini sudah BPOM sehingga bisa dipertanggungjawabkan.” — Cepi Basuki Wijaya, Master Terapis Gusmus Raksa Jasad