banner

Indonesia Borong 12 Jet Tempur M-346 “Block 20” dari Italia, Senjata Latih yang Mematikan

Indonesia resmi membeli 12 pesawat tempur ringan M-346 F Block 20 dari Italia. Dilengkapi radar AESA dan Link 16, pesawat ini jadi jembatan latih pilot Rafale dan F-16.

pesawat tempur ringan multi-peran Leonardo M-346 F "Block 20" dari perusahaan dirgantara Italia, Leonardo .PosNusantara.com
banner

JAKARTA, PosNusantara.com – Indonesia kembali menggebrak kancah modernisasi alutsista. Kementerian Pertahanan secara resmi meneken kontrak pembelian 12 unit pesawat tempur ringan multi-peran Leonardo M-346 F “Block 20” dari perusahaan dirgantara Italia, Leonardo . Pengadaan yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan ini menandai babak baru dalam upaya TNI AU membangun “zoo” pesawat tempur yang modern dan mematikan .

Jet tempur yang dijuluki “Kucing Kecil” ini bukanlah pesawat biasa. Meski berukuran ringan, ia dirancang sebagai “pembunuh” yang gesit dengan teknologi avionik setara jet tempur generasi ke-4 dan ke-5 . Pengiriman perdana dijadwalkan mulai tahun 2030, menjadi investasi jangka panjang bagi kekuatan udara Nusantara .

Spesifikasi “Block 20”: Lebih dari Sekadar Pesawat Latih

Berbeda dengan varian sebelumnya, M-346 F “Block 20” yang dipesan Indonesia adalah versi tempur yang paling mutakhir. Ini adalah debut standar “Block 20” di Asia, setelah sukses di Eropa dan Amerika Utara . Pesawat ini mengusung sejumlah teknologi canggih:

  • Avionik dan Kokpit: Dilengkapi dengan kokpit digital (glass cockpit), Head-Up Display (HUD), dan Helmet Mounted Display (HMD) yang membuat pilot seperti “bermain game” dengan data tempur real-time .

  • Radar AESA: Varian terbaru ini menyematkan radar Active Electronically Scanned Array (AESA), sistem pemindai elektronik canggih yang mampu mendeteksi dan melacak banyak target sekaligus dengan akurasi tinggi .

  • Link 16: Hadirnya data-link Link 16 memungkinkan pesawat ini bertukar informasi pertempuran secara instan dengan pesawat tempur generasi terbaru seperti Rafale atau F-16, menjadikannya “mata-mata” yang terintegrasi dalam jaringan perang modern .

  • Persenjataan: Meski berfungsi sebagai pelatih, pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara, bom pintar (JDAM), hingga kanon eksternal, menjadikannya efektif untuk misi serangan darat ringan .

  • pesawat tempur ringan multi-peran Leonardo M-346 F “Block 20” dari perusahaan dirgantara Italia, Leonardo

Fungsi Ganda: Jembatan Menuju Jet Tempur Canggih

Pembelian M-346 F bukan semata untuk menambah jumlah pesawat tempur, melainkan sebuah strategi besar untuk “menaikkan kelas” para penerbang TNI AU . Pesawat ini akan menjadi tulang punggung pelatihan pilot, menggantikan peran pesawat latih Hawk yang sudah uzur .

Dengan kokpit yang sangat mirip dengan jet tempur generasi ke-4 dan ke-5 (seperti F-16 dan Rafale), M-346 F menjadi jembatan sempurna bagi pilot muda untuk beradaptasi sebelum menerbangkan alutsista modern . Polandia dan Israel, misalnya, menggunakan varian M-346 untuk melatih pilot sebelum mereka beralih ke F-35 dan F-16 . Indonesia memiliki 22 unit T-50i Golden Eagle dari Korea Selatan, namun pesawat ini akan difokuskan untuk pelatihan tingkat dasar, sementara M-346 F untuk tingkat lanjut .

 “Harga Eropa” dan Alasan Strategis

Leonardo dan Kemenhan tidak merinci nilai kontrak secara spesifik. Namun, media Eropa melaporkan bahwa kontrak serupa untuk Austria dengan jumlah 12 unit bernilai sekitar 1,5 miliar Euro atau setara Rp 30 triliun . Ini menunjukkan bahwa Indonesia merogoh kocek dalam untuk mendapatkan teknologi mutakhir.

Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pilihan jatuh pada M-346 F “Block 20” karena spesifikasi dan kemampuannya sangat sesuai dengan doktrin pertahanan udara TNI AU . Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup transfer teknologi dan pengembangan kemampuan perawatan serta pelatihan di dalam negeri melalui kerja sama dengan mitra lokal, PT ESystem Solutions Indonesia .

Satu Lagi Spesies di Kandang “Zoo” Indonesia

Dengan kedatangan M-346 F, TNI AU menambah satu lagi “spesies” pesawat tempur di kandangnya yang sudah beragam. Saat ini, Indonesia mengoperasikan F-16 dari AS, Sukhoi dari Rusia, dan T-50i dari Korsel. Penambahan jet tempur Italia ini menandakan strategi Indonesia untuk tidak bergantung pada satu negara pemasok, sekaligus memperkuat interoperabilitas dengan alutsista modern dari berbagai belahan dunia .

📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya

A-10 Warthog vs Super Tucano: Mengapa Indonesia Pilih Pesawat Baling-Baling, Bukan Penghancur Tank AS?

F-14 Tomcat: Legenda Sayap Variabel yang Menginspirasi Top Gun dan Masih Menjaga Langit Iran

Mengapa Indonesia Pilih Rafale dan Tinggalkan Su-35? Ini Ancaman di Balik Langit Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *