JAKARTA, PosNusantara.com – Pasar keuangan Indonesia menyambut positif langkah tegas Presiden Prabowo Subianto yang mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (10/8/2026), mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Pengumuman ini langsung mendorong penguatan signifikan nilai tukar rupiah ke level Rp17.755 per dolar AS atau menguat 0,79%, setelah sebelumnya sempat menyentuh level psikologis Rp18.000.
Profil Destry Damayanti
Destry Damayanti bukanlah nama baru di kalangan ekonom dan pelaku pasar. Lahir di Jakarta pada 16 Desember 1963, ia adalah seorang teknokrat moneter dengan rekam jejak gemilang di berbagai institusi keuangan. Latar belakang pendidikannya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1987) dan meraih gelar Master of Science bidang Ekonomi dari Cornell University, New York, Amerika Serikat (1997).
Perjalanan karirnya mencakup posisi-posisi strategis:
-
Ekonom Senior di Berbagai Lembaga: Pernah menjadi peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI, serta Chief Economist di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
-
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS): Menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS periode 2015-2019.
-
Bank Indonesia: Menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI selama dua periode (2019-2024 dan 2024-2029). Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026, ia otomatis ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI oleh Dewan Gubernur.

Mengapa Destry Menjadi Calon Tunggal?
Langkah Presiden Prabowo mengajukan Destry sebagai calon tunggal mendapat apresiasi luas karena beberapa alasan utama:
1. Kontinuitas Kebijakan
Destry dinilai sebagai figur yang tepat untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter di tengah transisi kepemimpinan yang mendadak. Sebagai Deputi Gubernur Senior, ia telah memahami secara mendalam mekanisme kebijakan dan dinamika pasar.
2. “Paket Lengkap”
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyebut Destry memiliki latar belakang yang lengkap, baik di pemerintahan, perbankan, hingga bank sentral, sehingga memudahkan koordinasi dengan Kementerian Keuangan, LPS, dan OJK.
3. Respons Positif Pasar
Pelaku pasar menilai pencalonan Destry sesuai dengan ekspektasi dan mampu mengurangi ketidakpastian kebijakan (policy uncertainty) yang sempat menyelimuti pasar.
“Dengan rekam jejaknya, kami melihat Destry mampu menjaga dan membuat kebijakan yang memang tidak hanya pro terhadap pasar, tapi juga mampu menjaga stabilitas pasar,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
Dampak Langsung: Rupiah Menguat Tajam
Pengumuman pencalonan Destry langsung menjadi sentimen positif yang mendorong penguatan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,79% ke level Rp17.755 per dolar AS. Penguatan ini merupakan yang signifikan, menjauh dari level Rp18.000 per dolar AS yang sempat menjadi kekhawatiran pasar.
Langkah Selanjutnya: Fit and Proper Test
Proses selanjutnya adalah uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR RI. Pimpinan DPR dijadwalkan akan mengumumkan secara resmi pencalonan ini pada Selasa (11/8/2026). Pemerintah telah menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada DPR sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan bahwa Destry adalah sosok yang “sangat cocok” untuk memimpin BI karena komunikasinya yang baik selama ini. Meskipun mendapat dukungan luas, Destry akan menghadapi tantangan besar, terutama dalam menjaga stabilitas rupiah dan kepercayaan pasar di tengah gejolak ekonomi global yang tinggi.
📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya















