BOGOTA, PosNusantara.com – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) terus bertambah. Hingga Selasa (11/8/2026) pagi waktu setempat, angka korban jiwa melonjak menjadi 254 orang. Lebih dari 1.677 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang, terutama di kota Cali dan Pereira.
Gempa yang disebut sebagai yang terkuat yang melanda negara itu pada abad ke-21 ini telah memicu penetapan status bencana nasional oleh pemerintah Kolombia untuk mempercepat upaya penanganan darurat dan pemulihan.
Kronologi dan Penyebab Gempa
Gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat (19.34 WIB) dengan pusat gempa terletak di dekat Kota San José del Palmar, Provinsi Chocó, Kolombia bagian barat. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer. Layanan Geologi Kolombia menyebutkan kedalaman yang lebih dangkal, yakni 96 kilometer. Guncangan dahsyat ini tidak hanya dirasakan di hampir seluruh wilayah Kolombia, tetapi juga hingga ke negara-negara tetangga seperti Venezuela, Ekuador, dan Panama.
Para pakar menyebut gempa besar ini dipicu oleh deformasi atau tekanan di dalam Lempeng Nazca yang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Fenomena ini dikenal sebagai gempa intraslab atau gempa lempeng dalam, yang terjadi akibat deformasi internal dan pelepasan tegangan pada bagian lempeng yang telah menunjam ke dalam bumi.
Dampak dan Kerusakan yang Meluas
Gempa ini menyebabkan kerusakan yang sangat luas dan merata di berbagai kota. Data terbaru menunjukkan sedikitnya 1.575 bangunan rumah rusak, dengan 37 di antaranya hancur total dan 61 bangunan runtuh.
Kota Cali menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Di kota ini, 96 orang tewas dan 949 lainnya terluka. Sebanyak 45 bangunan hancur total atau sebagian, sedangkan 93 bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan sebagian. Sementara itu, di Pereira, sedikitnya 101 orang dilaporkan tewas dan 15 bangunan dilaporkan runtuh.
Kerusakan infrastruktur publik juga sangat signifikan, mencakup:
-
18 fasilitas kesehatan rusak, tiga di antaranya terpaksa ditutup.
-
52 institusi pendidikan rusak.
-
18 ruas jalan mengalami kerusakan.
-
Enam hingga tujuh bandara di wilayah barat Kolombia mengalami kerusakan dan harus ditutup sementara untuk pemeriksaan struktural.
Pernyataan dan Langkah Para Wali Kota
Pemerintah kota di berbagai wilayah terdampak bergerak cepat menangani darurat. Berikut pernyataan dan langkah-langkah yang diambil oleh para wali kota:
Wali Kota Cali, Alejandro Eder:
Wali Kota Cali, Alejandro Eder, yang saat gempa terjadi sedang dalam wawancara langsung di stasiun radio Tropicana 93.1 FM, langsung mengarahkan upaya tanggap darurat. Dalam konferensi pers dan pernyataan resminya, ia mengonfirmasi bahwa sedikitnya 26 bangunan runtuh di Cali akibat gempa. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah meminta bantuan tim penyelamat dan peralatan dari pemerintah nasional serta kota-kota lain seperti Bogota dan Medellin.
“Kami sudah mengelola keadaan darurat ini bersama seluruh badan penyelamat di Cali. Saya meminta masyarakat untuk tetap tenang,” ujar Alejandro Eder.
Walikota Eder juga mengumumkan sejumlah langkah darurat, antara lain:
-
Siaga Merah Rumah Sakit: Jaringan rumah sakit di Cali berada pada kapasitas 100 persen, sehingga prosedur non-darurat ditunda.
-
Penutupan Sementara Fasilitas Kesehatan: Empat institusi kesehatan yang mengalami kerusakan struktural dievakuasi.
-
Jam Malam: Memberlakukan jam malam dari pukul 20.00 hingga 06.00 untuk mencegah gangguan keamanan.
-
Pembatasan Kendaraan: Memberlakukan pembatasan kendaraan untuk memudahkan akses tim penyelamat.
-
Pos Pengumpulan Bantuan: Mendirikan pos pengumpulan donasi di Jairo Varela Plaza untuk menerima perlengkapan seperti kacamata pelindung, sarung tangan, helm, dan tikar tidur.
-
Layanan Dukungan Psikososial: Menyediakan saluran telepon 106 untuk dukungan psikososial bagi warga yang terdampak.
Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar:
Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, dalam wawancara dengan Caracol Radio, mengonfirmasi bahwa setidaknya 18 orang tewas di kotanya akibat gempa. Ia menyatakan bahwa angka tersebut merupakan laporan awal dan diperkirakan akan bertambah seiring berjalannya operasi pencarian dan penyelamatan.
Wali Kota Manizales, Jorge Eduardo Rojas:
Wali Kota Manizales, Jorge Eduardo Rojas, melaporkan bahwa setidaknya dua orang tewas di kotanya.
Wali Kota Bogota, Carlos Fernando Galan:
Wali Kota Bogota, Carlos Fernando Galan, menyatakan bahwa ibu kota tidak mengalami kerusakan struktural serius, hanya beberapa retakan pada bangunan.

Evakuasi dan Kisah Selamat dari Reruntuhan
Tim penyelamat dari berbagai daerah terus bekerja tanpa lelah untuk mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Kisah haru datang dari Kota Cali, di mana seorang wanita bernama Diana berhasil dievakuasi setelah terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan. Tim penyelamat berhasil mengangkatnya dalam kondisi sadar pada Selasa siang.
Kesaksian mengerikan juga datang dari para korban selamat. Seorang influencer media sosial, Jose Gallego, yang baru saja mendarat di Bandara Pereira saat gempa terjadi, menggambarkan kepanikan hebat saat langit-langit bandara runtuh. “Ada orang-orang yang terluka, berdarah, berteriak, dan mencoba menghubungi keluarga mereka,” ujarnya. Ia menggambarkan pemandangan di kota tersebut sebagai “mimpi buruk yang menjadi kenyataan”.
Kisah lain datang dari Rosa Gonzalez, pengelola sebuah wisma di Pereira, yang berhasil menyelamatkan diri bersama suami dan bayinya yang berusia 10 bulan tepat sebelum bangunan tempat tinggal mereka ambruk.
Dukungan Internasional dan Status WNI
Merespons bencana ini, pemerintah Kolombia yang dipimpin Presiden Abelardo de la Espriella langsung menetapkan status bencana nasional. Bantuan internasional mulai berdatangan, dengan Amerika Serikat menjanjikan bantuan sebesar 15,5 juta dolar AS (sekitar Rp276,5 miliar). El Salvador, Meksiko, dan Chile juga menyatakan kesiapan mereka untuk membantu.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KBRI Bogota memastikan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kolombia dalam kondisi aman. KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI di sejumlah wilayah terdampak dan mengimbau mereka untuk tetap waspada serta mengikuti arahan otoritas setempat.

📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya
Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia, Korban Tewas Capai 132 Orang















