BANDUNG, PosNusantara.com – Di tengah hiruk pikuk kota, ada oase yang menawarkan ketenangan sekaligus kehangatan ekonomi kerakyatan. Pada Minggu (9/8/2026), Pasar Pasisian Leuweung kembali memenuhi kawasan Teras Goa Belanda di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Bandung. Bukan pasar biasa, di sini pengunjung diajak berbelanja di tengah rindangnya pepohonan, menikmati semilir angin pegunungan yang sejuk, dan bertransaksi langsung dengan para petani hutan.
Sejak pagi, pengunjung mulai berdatangan. Berjalan di sepanjang jalur paving di bawah naungan pepohonan besar, deretan lapak UMKM berjajar rapi. Produk hasil hutan seperti kopi, madu, jamur segar, hingga produk olahan bambu menjadi primadona. Tak ketinggalan, minuman tradisional khas seperti lahang serta aneka kuliner khas Tahura juga menjadi incaran para pengunjung yang ingin menikmati suasana.
Keistimewaan pasar ini terletak pada konsepnya yang menghubungkan langsung petani hutan dengan masyarakat. Pengunjung tidak hanya membeli, tetapi juga bisa mengetahui asal-usul dan proses pengolahan produk yang mereka beli. Hal ini sejalan dengan misi pasar untuk mengusung ekonomi berkelanjutan, mendorong petani untuk mengelola kawasan hutan secara produktif tanpa merusak ekosistem. “Ini yang buat dibawa pulang mah madu, lebih murni keliatannya,” ujar Novi, seorang pengunjung asal Lembang yang datang bersama keluarganya untuk berolahraga dan berbelanja.
🌱 Edukasi Lingkungan dan Pembagian Bibit Pohon Gratis
Tak hanya menjadi ajang transaksi ekonomi, Pasar Pasisian Leuweung juga memiliki misi pelestarian lingkungan yang kuat. Sejak pagi, pengunjung yang datang disambut dengan program pembagian bibit pohon gratis yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Ribuan bibit pohon berbagai jenis, mulai dari tanaman produktif hingga tanaman konservasi, dibagikan kepada masyarakat yang datang.
Program ini merupakan bagian dari edukasi lingkungan yang rutin dilakukan dalam setiap gelaran Pasar Pasisian Leuweung. Para pengunjung tidak hanya diajak berbelanja, tetapi juga diajak untuk memahami manfaat pohon bagi kelestarian alam serta diajak untuk turut serta menanam dan merawatnya. “Mulai dari kita jelaskan tentang apa manfaat pohon, lalu kita bagikan pohon gratis, dilakukan penanaman pohon, dan yang pasti kita belajar berkegiatan di alam,” demikian filosofi yang diusung dalam setiap kegiatan.
🏛️ Dukungan dan Penyelenggaraan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat
Konsep yang memadukan wisata alam, ekonomi rakyat, dan konservasi lingkungan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Pasar yang digagas dan diselenggarakan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, yang merupakan unit pelaksana teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ini dinilai sebagai model pemberdayaan masyarakat yang patut dikembangkan dan direplikasi di daerah lain.
Acara yang digelar di kawasan Tahura, yang berada di bawah pengelolaan BBKSDA Jawa Barat, ini secara langsung dipimpin oleh Heru Setiawan, S.Hut., M.Sc. sebagai Ketua Penyelenggara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Pasar Pasisian Leuweung merupakan wujud nyata komitmen BBKSDA dalam memberdayakan masyarakat sekitar hutan sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Kami ingin menunjukkan bahwa hutan tidak hanya bisa dijaga, tetapi juga bisa menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat. Melalui pasar ini, kami mempertemukan langsung petani hutan dengan konsumen, sehingga nilai ekonomi dari hasil hutan bisa dirasakan secara adil oleh para petani. Selain itu, pembagian bibit pohon gratis ini adalah investasi jangka panjang untuk kelestarian hutan kita,” ujar Heru Setiawan.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, yang pernah mengunjungi gelaran serupa, menilai kegiatan ini sangat baik sebagai tempat wisata dan interaksi sosial. Dukungan dari pemerintah provinsi dan pengelolaan profesional dari BBKSDA Jawa Barat menjadi kunci keberhasilan acara ini.
🌿 Lebih dari Sekadar Pasar: Wisata Edukasi di Tahura
Selain berbelanja dan mendapatkan bibit pohon gratis, Pasar Pasisian Leuweung juga menjadi sarana wisata edukasi. Pengunjung dapat menikmati daya tarik lain di Tahura, seperti melihat rusa yang berkeliaran atau mengunjungi situs bersejarah Goa Jepang dan Goa Belanda.
Kolaborasi antara BBKSDA Jawa Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, dan para pelaku UMKM ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang dinanti-nanti. Pasar Pasisian Leuweung yang digelar rutin di akhir pekan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, dan pariwisata dapat berjalan beriringan. Ini adalah ruang di mana hutan bernapas, ekonomi bergerak, dan masyarakat bersatu.
📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya














