banner

F-35 di Langit Iran: Teknologi Siluman yang Mencetak Sejarah di Tengah Badai Konflik

F35 mengejar F5 (Ilustrasi:istimewa)
banner

Jet tempur siluman F-35 Israel mencatat sejarah dengan menembak jatuh pesawat Iran di Tehran. Simak teknologi, spesifikasi lengkap, operasi, dan kontroversi di balik pesawat termahal di dunia ini.


PosNusantara.com
 – Jet tempur siluman F-35, pesawat tempur termahal di dunia, kembali menjadi pusat perhatian. Di tengah konflik yang memanas antara Israel dan Iran pada tahun 2026, pesawat ini tidak hanya menunjukkan kecanggihan teknologinya tetapi juga mencatatkan sejarah baru dalam pertempuran udara modern. Namun, di balik kesuksesannya, klaim dan kontroversi juga turut mewarnai peran jet tempur ini.

Teknologi di Balik Siluman Langit

F-35, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, adalah pesawat tempur generasi kelima yang dirancang dengan teknologi siluman (stealth) mutakhir. Kemampuan utamanya terletak pada sensor fusi canggih, yang memberikan pilot gambaran situasi yang terintegrasi dan intuitif, sehingga sangat meningkatkan kemampuan bertahan dan efektivitas di medan perang.

Pesawat ini mampu melacak jejak inframerah di udara, darat, atau laut, serta memandu amunisi berpanduan laser dan GPS ke sasaran. F-35 juga terus ditingkatkan kemampuannya, seperti integrasi rudal LRASM (Long Range Anti-Ship Missile) yang akan menambah kemampuan serangan jarak jauhnya di laut dan darat.

Spesifikasi Teknis F-35

F-35 hadir dalam tiga varian utama: F-35A untuk Angkatan Udara AS (conventional take-off and landing/CTOL), F-35B untuk Marinir AS (short take-off and vertical landing/STOVL), dan F-35C untuk Angkatan Laut AS (carrier variant/carrier take-off and landing).

Berikut perbandingan spesifikasi teknis ketiga varian F-35:

Spesifikasi F-35A (Angkatan Udara) F-35B (Marinir) F-35C (Angkatan Laut)
Panjang 15,7 m (51,4 ft) 15,6 m (51,2 ft) 15,7 m (51,5 ft)
Lebar Sayap 10,7 m (35 ft) 10,7 m (35 ft) 13,1 m (43 ft)
Tinggi 4,38 m (14,4 ft) 4,36 m (14,3 ft) 4,48 m (14,7 ft)
Luas Sayap 42,7 m² (460 ft²) 42,7 m² (460 ft²) 62,1 m² (668 ft²)
Berat Kosong 13.290 kg (29.300 lb) 14.650 kg (32.300 lb) 15.780 kg (34.800 lb)
Berat Maksimum Lepas Landas 29.900 kg 27.000 kg 31.800 kg
Mesin 1 x Pratt & Whitney F135-PW-100 1 x Pratt & Whitney F135-PW-600 + LiftSystem 1 x Pratt & Whitney F135-PW-400
Daya Dorong 191 kN (43.000 lbf) 191 kN (43.000 lbf) 191 kN (43.000 lbf)
Kecepatan Maksimum Mach 1,6 (1.975 km/jam) Mach 1,6 Mach 1,6
Jelajah Tempur 2.800 km (1.500 nmi) 1.660 km (900 nmi) 2.220 km (1.200 nmi)
Ketinggian Maksimum 15.240 m (50.000 ft) 15.240 m (50.000 ft) 15.240 m (50.000 ft)
Awak 1 orang 1 orang 1 orang
Persenjataan Internal 4 station di 2 poros internal 4 station di 2 poros internal 4 station di 2 poros internal
Kapasitas Muatan 8.200 kg (18.000 lb) 8.200 kg (18.000 lb) 8.200 kg (18.000 lb)
F35 beraksi (Foto:Us Air Force)

Mesin F135: Penggerak Utama F-35

Keseluruhan varian F-35 ditenagai oleh mesin Pratt & Whitney F135, yang merupakan mesin tempur paling bertenaga di dunia. Mesin ini menghasilkan daya dorong 43.000 lbf (191 kN) dengan pembakaran lanjut (afterburner). Mesin ini merupakan pengembangan dari mesin F119 yang digunakan pada F-22 Raptor.

Radar AN/APG-81: Mata Elang F-35

F-35 dilengkapi dengan radar AN/APG-81 Active Electronically Scanned Array (AESA) yang dikembangkan oleh Northrop Grumman. Radar ini memiliki kemampuan:

  • Deteksi jarak jauh: Mampu mendeteksi target dengan jarak lebih dari 150 kilometer.
  • Pelacakan multi-target: Dapat melacak beberapa target secara bersamaan dan beralih instan antara mode udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
  • Kemampuan Low Probability of Intercept (LPI): Sulit dideteksi oleh radar musuh.
  • Mode canggih: Memiliki kemampuan Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemetaan, Ground Moving Target Indication (GMTI), dan Sea Moving Target Indication (SMTI).

“Adir”: Varian Khusus Israel yang Mematikan

Israel menggunakan varian khusus F-35 yang mereka beri nama “Adir” (yang berarti “Perkasa”). Yang membedakan Adir dari varian lainnya adalah kemampuannya yang dimodifikasi secara unik untuk misi jarak jauh.

Menjelang operasi di Iran, Israel mengklaim telah menambahkan tangki bahan bakar eksternal pada F-35I mereka, yang memperluas jangkauan operasional pesawat tanpa mengorbankan kemampuan silumannya. Hal ini sangat krusial untuk mencapai target di Iran yang berjarak lebih dari 1.600 kilometer dari pangkalan Israel. Selain itu, F-35I Adir juga dapat dikonfigurasi dalam mode “Beast Mode”, di mana pesawat membawa persenjataan tambahan di sayapnya dengan mengorbankan sebagian kemampuan silumannya demi daya hancur yang maksimal.

Mencetak Sejarah: Menembak Jatuh Pesawat di Langit Tehran

Salah satu pencapaian paling spektakuler dari F-35 terjadi pada Maret 2026, ketika sebuah F-35I Israel berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tempur Yak-130 milik Iran di atas langit Tehran.

Peristiwa ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah sebuah F-35 menembak jatuh pesawat berawak dalam pertempuran. Pilot F-35 yang tergolong junior ini berhasil melakukan intersepsi saat pesawatnya sedang dalam misi pengeboman di Tehran. Komandan pangkalan udara Nevatim mengatakan bahwa F-35 “tahu bagaimana melakukan ini dengan sangat cepat dan akurat”.

Operasi “Hari Penyesalan”: Serangan Besar-besaran Israel

Puncak dari keterlibatan F-35 terjadi pada Operasi “Hari Penyesalan” pada bulan Juli 2026. Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran sebagai pembalasan atas serangan rudal Iran.

Operasi yang melibatkan lebih dari 100 jet tempur, termasuk F-35, pesawat pengintai, dan pengisian bahan bakar, ini sukses menyerang pabrik rudal dan basis militer Iran. Serangan dilakukan dalam tiga gelombang; gelombang pertama menghantam sistem pertahanan Iran, sementara gelombang kedua dan ketiga menghantam basis rudal dan drone.

Klaim Iran: Menghancurkan F-35 di Pangkalan Yordania

Pada akhir Juli 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah meluncurkan serangan balasan rudal balistik ke Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania. Iran menyatakan bahwa serangan ini berhasil menghancurkan tiga unit F-35 AS dan merusak tiga unit lainnya.

Klaim ini disampaikan sebagai pembalasan atas serangan udara AS di Pulau Qeshm, Iran. Kantor Berita Anadolu melaporkan bahwa AS membantah klaim Iran ini, dan Komando Pusat AS (CENTCOM) juga menyatakan telah berhasil menyelesaikan serangan balasan besar-besaran terhadap Iran serta membantah adanya kerusakan F-35.

Kontroversi dan Tantangan F-35

Meskipun memiliki kecanggihan teknologi, F-35 juga diselimuti kontroversi. Sebuah laporan dari Government Accountability Office (GAO) AS pada Juni 2026 mengungkapkan bahwa tingkat kesiapan misi (mission-capable rate) F-35 turun drastis dari 67 persen pada 2021 menjadi hanya 44 persen pada 2025. Bahkan, tingkat kesiapan penuh untuk menjalankan semua misi turun menjadi hanya 25 persen. Artinya, dari seluruh armada F-35, hanya seperempatnya yang benar-benar siap tempur kapan saja.

📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *