JAKARTA, PosNusantara.com – Awal yang manis tak selalu berakhir manis. PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten hiburan milik pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, tengah menghadapi badai besar di bursa. Debutnya yang gemilang dengan Auto Reject Atas (ARA) hanya berselang satu bulan, saham RANS kini melorot hingga hampir 40 persen dari level tertingginya. Direktur hengkang sebelum usia IPO genap sebulan, investor institusi kabur membawa ratusan miliar rupiah, dan laporan keuangan pun harus ditelaah ulang.
Momen Manis yang Tak Bertahan Lama
Pada Jumat, 10 Juli 2026, RANS resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kehadiran emiten yang terafiliasi dengan pasangan selebriti paling populer di Tanah Air ini disambut meriah. Saham RANS langsung melesat 34,12 persen atau 58 poin ke level Rp228 per saham, menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) dari harga penawaran perdana (IPO) di angka Rp170 per saham.
IPO yang digelar pada 2-8 Juli 2026 itu melepas 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. RANS berhasil menghimpun dana mencapai Rp429,25 miliar dengan harga penawaran Rp170 per saham. “Saya ingin membuktikan nama besar bisa jadi vehicle legacy yang bisa dikelola untuk sesuatu yang baik,” ujar Raffi Ahmad dalam konferensi pers di gedung BEI.
Anjlok Di Tengah Penguatan IHSG
Setelah pesta di hari pertama, RANS mulai menunjukkan keterpurukan. Pada Senin (13/7/2026), saham RANS anjlok 10,53 persen ke level Rp204 per saham. Yang lebih ironis, penurunan ini terjadi di tengah penguatan IHSG sebesar 1,92 persen.
Dari 11 hari perdagangan hingga 24 Juli 2026, saham RANS hanya menguat empat kali, sementara tujuh sesi lainnya ditutup melemah. Pada pekan 20-24 Juli 2026, RANS masuk dalam jajaran top losers mingguan dengan penurunan mencapai 14,40 persen, menjadi emiten terlemah kesembilan di bursa.
Saham RANS yang pernah menyentuh level tertinggi Rp314 per saham, kini terus merosot hingga menyentuh level terendah di angka Rp187, atau turun hampir 40 persen dari puncaknya. Investor ritel yang sempat antusias pun mulai merasakan kepedihan.
Direktur Hengkang: “Alasan Pribadi”
Di tengah keterpurukan saham, RANS dikejutkan dengan pengunduran diri salah satu direksinya. Grandy Prajayakti resmi mengajukan surat pengunduran diri pada Rabu (22/7/2026).
Grandy adalah lulusan sarjana teknik sipil Universitas Pelita Harapan dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pemasaran, pengembangan bisnis, manajemen operasional, serta industri media dan hiburan digital.
Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, mengatakan pengunduran diri tersebut diajukan karena alasan pribadi. Namun, publik tetap bertanya-tanya: apa yang menyebabkan seorang direktur hengkang hanya beberapa pekan setelah perusahaan melantai di bursa?
Saat ini, susunan direksi RANS terdiri dari Nagita Slavina sebagai direktur utama, Grandy Prajayakti (sebelum mengundurkan diri), Abrar, dan Rumunggu Yokonapita sebagai direktur. Jajaran komisaris terdiri dari Darwin Cyril Noerhadi sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen serta Ambono Januarianto sebagai komisaris independen.
Investor Institusi Kabur, Rp317 Miliar Dicabut
Aksi jual besar-besaran terjadi dari investor institusi (smart money). Dalam satu pekan terakhir atau sejak perdagangan Senin (13/7/2026), nilai distribusi saham RANS mencapai sekitar Rp317 miliar.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengungkapkan bahwa investor institusi mulai melakukan aksi pelepasan saham. “Jadi kalau kita lihat di saham RANS itu ada distribusi sangat besar Rp300 miliar, Rp317 miliar spesifiknya,” ujar Imam dalam wawancara dengan Kompas.com.
Ia juga memperingatkan bahwa jika pelaku pasar besar sudah mulai menjual, investor ritel sebaiknya tidak mempertahankan posisi terlalu lama karena potensi tekanan jual dapat semakin besar dan meningkatkan risiko koreksi harga saham.
Kinerja Keuangan: Pendapatan Turun, Laba Anjlok 42 Persen
Di balik euforia IPO, kinerja keuangan RANS sebenarnya sudah menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan.
Pendapatan RANS turun selama tiga tahun berturut-turut, dari Rp437,81 miliar pada FY2023 menjadi Rp353,37 miliar pada FY2025, atau turun 13,9 persen year-on-year.
Laba bersih FY2025 bahkan turun 41,6 persen menjadi Rp56,7 miliar, dari sebelumnya Rp97,1 miliar pada FY2024. Kenaikan laba FY2024 sendiri berasal dari keuntungan non-berulang dari pelepasan PT Rans Prestisius Klub Sepakbola (RPKSB) senilai sekitar Rp44,94 miliar.
Apa penyebab utama penurunan? Pendapatan brand ambassador dan talent management merosot lebih dari 50 persen year-on-year, seiring berkurangnya permintaan dari pelanggan korporasi. Bisnis olahraga tidak lagi berkontribusi setelah pelepasan PT RPKSB pada 2024. Segmen penjualan produk juga mengalami tekanan margin karena biaya distribusi dan pemasaran meningkat di tengah persaingan pasar.
Laporan Keuangan Bakal Ditelaah Ulang
Di tengah berbagai tekanan, RANS mengumumkan rencana melakukan penelaahan terbatas (limited review) terhadap laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Proses ini akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra.
“Adapun tujuan pelaksanaan penelaahan terbatas sesuai dengan pertimbangan dari manajemen perseroan untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan perseroan,” sebut manajemen dalam keterbukaan informasi.
Harapan di Tengah Badai: Pemanfaatan Dana IPO
Meskipun saham anjlok, RANS masih memiliki dana IPO sebesar Rp429,25 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk ekspansi bisnis, termasuk Rp161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser, sekitar Rp85 miliar untuk akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, serta investasi pada pengembangan teknologi berbasis AI.
RANS menargetkan menggelar sembilan konser sepanjang semester kedua 2026, dimulai dari Kuala Lumpur pada September, lalu Jakarta dan Taipei pada Oktober. Keberhasilan ekspansi ini akan menjadi penentu apakah RANS mampu keluar dari badai dan membuktikan bahwa popularitas benar-benar bisa menjadi mesin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya














