Danantara Buka Seleksi Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik, Batas Akhir 13 Agustus 2026
Danantara buka seleksi mitra proyek PSEL sampah jadi listrik. Pendaftaran DPT dibuka bagi perusahaan nasional dan internasional hingga 13 Agustus 2026. Simak syarat dan prosedurnya.
JAKARTA, PosNusantara.com – PT Danantara Investment Management (DIM) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk menjaring mitra proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE). Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan transformasi pengelolaan sampah sekaligus transisi energi bersih di Indonesia. Seleksi dibuka bagi perusahaan maupun konsorsium nasional dan internasional yang memiliki kemampuan teknis hingga pendanaan proyek.
Pembukaan kembali registrasi ini dilakukan setelah dua putaran prakualifikasi sebelumnya berhasil menarik partisipasi perusahaan dari tujuh negara, menunjukkan tingginya minat pelaku usaha internasional terhadap pengembangan sektor WtE di Indonesia. Proses prakualifikasi tersebut dijalankan melalui anak usaha DIM, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).
🏛️ Landasan Regulasi dan Target Proyek
Pengembangan proyek PSEL mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menjadi landasan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui penerapan teknologi ramah lingkungan. Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota dengan kondisi sampah darurat atau timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.
Proyek tersebut diarahkan untuk menangani persoalan sampah perkotaan sekaligus menghasilkan energi dari pengolahan sampah. Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut sebagian timbunan sampah di daerah bahkan telah mencapai ketinggian sekitar 14–15 lantai, sehingga perlu segera ditangani.
🎯 Kriteria Mitra yang Dicari
Dalam seleksi kali ini, DIM dan Denera mencari perusahaan atau anggota konsorsium yang memiliki rekam jejak dalam berbagai aspek pengembangan proyek:
Pengembangan proyek PSEL — pengalaman dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek serupa.
Engineering, Procurement, and Construction (EPC) — kemampuan teknis dalam rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.
Penyediaan teknologi — penguasaan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Operations and Maintenance (O&M) — kapabilitas operasional dan pemeliharaan fasilitas.
Pembiayaan proyek — kapasitas pendanaan yang memadai.
Layanan infrastruktur terkait — dukungan infrastruktur pendukung lainnya.
Seleksi akan mempertimbangkan kemampuan teknis, kapasitas pendanaan, pengalaman, serta kemampuan perusahaan menjalankan proyek dalam skala besar.
📅 Jadwal dan Prosedur Pendaftaran
Batas waktu penyampaian Expression of Interest (EOI) dan pembayaran biaya administrasi adalah 13 Agustus 2026. Calon peserta dianjurkan untuk memulai proses pendaftaran sedini mungkin agar memiliki waktu yang memadai dalam mempersiapkan dan menyampaikan dokumen secara lengkap.
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk sebagai Registration and Verification Agent dalam proses registrasi DPT. Pihak yang berminat dapat menghubungi IIF melalui alamat email: danantara.wtepartnership@iif.co.id. Setelah itu, IIF akan memberikan Registration Pack serta panduan mengenai:
Persyaratan Expression of Interest (EOI)
Dokumen pendukung yang wajib disampaikan
Tata cara penyampaian dokumen
Jadwal pelaksanaan
Akses ke virtual data room
💬 Komitmen Danantara dan Direktur Investasi
Direktur Investasi DIM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman, mengatakan perluasan DPT dilakukan untuk menambah calon mitra yang dapat dilibatkan dalam pengembangan proyek PSEL. Menurutnya, tantangan pengelolaan sampah di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya melalui proyek-proyek individual.
“Dibutuhkan ekosistem mitra yang kredibel, memiliki teknologi, kapasitas pendanaan, kapabilitas operasional, serta komitmen jangka panjang untuk mengeksekusi proyek dalam skala besar,” ujar Fadli dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).
Melalui registrasi DPT, Danantara memperluas ekosistem tersebut sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak pelaku usaha nasional maupun internasional untuk membawa pengalaman dan kapabilitas terbaik mereka ke dalam program PSEL Indonesia.
“Prioritas kami tetap sama, yaitu kemitraan yang kuat, kapabilitas yang telah terbukti, dan eksekusi yang menghasilkan dampak nyata di lapangan,” tegas Fadli.Tiang listrik (foto: Istimewa)
⚠️ Catatan Penting
Fadli Rahman menegaskan bahwa proses registrasi DPT merupakan bagian prakualifikasi yang semata-mata bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi calon mitra strategis yang berpotensi berpartisipasi dalam Program PSEL Danantara.
“Proses ini bukan merupakan pemberian proyek, proses penetapan mitra terpilih, perjanjian kontraktual, maupun jaminan penunjukan, hak eksklusif, atau partisipasi dalam proyek apa pun,” tegasnya.
🏗️ Proyek yang Telah Berjalan
Danantara sendiri telah menunjuk sejumlah mitra untuk proyek PSEL tahap pertama dan kedua. Delapan mitra terpilih untuk proyek dengan nilai investasi sekitar Rp24-25 triliun mencakup lokasi-lokasi strategis seperti Medan Raya, Bekasi, Lampung Raya, dan lainnya. Proyek PSEL di Denpasar Raya, Bali, telah memulai pembangunan yang ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement pada 8 Juli 2026.