Darmawan Prasodjo Dicopot: Blackout Batam dan Transformasi 100 GW Surya Jadi Pemicu

Darmawan Prasodjo dicopot dari Dirut PLN dalam RUPSLB. Simak kronologi, blackout Batam, transformasi 100 GW surya, dan profil Suroso Isnandar penggantinya.

Karikatur 2 Dirut PLN

JAKARTA, PosNusantara.com – Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatan Direktur Utama PT PLN (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring, Rabu (14/10/2026) malam. Darmawan Prasodjo dicopot hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka yang membahas percepatan transformasi PLN dan akselerasi penggunaan panel surya 100 gigawatt. Posisi Dirut PLN kini diisi oleh Suroso Isnandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan.

Kronologi Darmawan Prasodjo Dicopot: Siang di Istana, Malam di RUPSLB

Darmawan Prasodjo dicopot bukanlah keputusan yang datang tiba-tiba. Rangkaian peristiwa pada Rabu (14/10/2026) menunjukkan bahwa pencopotan ini telah direncanakan dengan matang.

Pada siang hari sekitar pukul 17.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar . Dalam rapat itu, Prabowo secara tegas menginstruksikan percepatan transformasi PLN dan akselerasi penggunaan panel surya hingga 100 GW .

Beberapa jam kemudian, pukul 18.30 WIB, RUPSLB PLN digelar melalui Zoom Meeting. Rapat dihadiri seluruh direksi dan komisaris PLN, serta Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata . Dalam rapat inilah Darmawan Prasodjo dicopot dan Suroso Isnandar ditetapkan sebagai Dirut PLN yang baru .

Malam itu juga, Komisaris Independen PLN Andi Arief mengonfirmasi pergantian tersebut kepada media. “Iya, pergantian Dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso” .

Sumber: ANTARA News 

Blackout Batam: Pemicu yang Tak Terbantahkan

Darmawan Prasodjo dicopot tidak lepas dari peristiwa blackout besar yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada Senin (12/10/2026) dini hari sekitar pukul 06.30 WIB . Pemadaman listrik total ini berlangsung lebih dari 15 jam dan berdampak pada 406.083 pelanggan dari total 411.219 pelanggan di Batam .

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan tiga dugaan penyebab teknis blackout tersebut: sambaran petir pada jaringan, kelelawar yang tersengat gardu listrik, dan kesalahan teknis internal .

“Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar atau apa, kira-kira begitu ya.” — Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM

Meskipun Andi Arief membantah bahwa blackout Batam disebutkan dalam RUPSLB , momentum pencopotan Darmawan Prasodjo yang bertepatan dengan blackout Batam menimbulkan persepsi kuat bahwa peristiwa tersebut menjadi pemicu utama. COO Danantara Dony Oskaria secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PLN Batam dan menegaskan bahwa penguatan layanan PLN Batam menjadi bagian dari komitmen penyegaran manajemen .

Baca juga: Alih Daya BUMN di Bawah Danantara: 2027 Tak Bisa Ngeles Lagi 

Karikatur 2 Dirut PLN

Transformasi 100 GW Surya: Arahan Prabowo yang Tak Bisa Ditawar

Darmawan Prasodjo dicopot juga tidak bisa dilepaskan dari ambisi besar Presiden Prabowo Subianto untuk transformasi total PLN. Dalam rapat di Istana Merdeka, Prabowo menginstruksikan percepatan penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari transisi energi bersih .

“Kami membahas strategi mengakselerasi transformasi di PLN agar menjadi lebih baik, cepat, dan tanggap, sekaligus mempercepat pemanfaatan panel surya hingga 100 gigawatt.” — Rosan Roeslani, CEO Danantara

Prabowo juga meminta agar model bisnis PLN segera dievaluasi dan dipaparkan kembali untuk ditindaklanjuti. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan mengurangi beban subsidi . Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya kesiapsiagaan PLN menghadapi kondisi darurat, termasuk penyempurnaan skema cadangan (backup plan) untuk menjaga keandalan layanan kelistrikan nasional .

Dengan arahan sebesar ini, Suroso Isnandar sebagai Dirut baru PLN diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi yang lebih agresif, terutama di sektor energi terbarukan .

Suroso Isnandar: Profil Dirut Baru PLN

Suroso Isnandar lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Science bidang Power System Engineering and Management di University of Abertay, Skotlandia pada 1999. Pada 2025, ia menyelesaikan doktor Teknik Elektro di ITB dengan penelitian tentang model bisnis pasar kelistrikan dan integrasi energi terbarukan .

Suroso memiliki pengalaman panjang di PLN, antara lain:

  • General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi (2019–2021)

  • General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (2021–2022)

  • Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PT PLN (Persero) Kantor Pusat (2022–2023)

  • Direktur Manajemen Risiko (September 2023 – Juni 2025)

  • Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (sejak Juni 2025)

Saat ini, Suroso masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga ada penggantinya .

Baca juga: Workshop Hubungan Industrial Anyer: Membangun Sinergi Harmonis Pekerja dan Perusahaan 

Peran Danantara dalam Pencopotan Darmawan

Darmawan Prasodjo dicopot merupakan inisiatif Danantara Indonesia sebagai pengelola investasi negara. COO Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa pencopotan ini adalah langkah penyegaran manajemen untuk memastikan peningkatan kualitas layanan kelistrikan bagi masyarakat .

“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan.” — Dony Oskaria, COO Danantara

Danantara juga menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan PT PLN Batam menyusul gangguan pasokan listrik yang terjadi pada 12 Oktober 2026 .

Apa Kata Komisaris PLN Soal Alasan Pencopotan?

Komisaris Independen PLN, Andi Arief, membantah bahwa Darmawan Prasodjo dicopot karena blackout Batam. Menurutnya, pergantian tersebut merupakan hal biasa karena Darmawan telah menjabat sebagai Dirut sejak 6 Desember 2021 .

“Tidak, tidak disebutkan tadi dalam RUPS. Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi.” — Andi Arief, Komisaris Independen PLN

Meski demikian, ia mengakui bahwa Darmawan telah melakukan banyak transformasi di PLN dan berharap Suroso dapat melanjutkan transformasi lanjutan .

Dampak bagi Transformasi PLN ke Depan

Darmawan Prasodjo dicopot membawa implikasi besar bagi masa depan PLN. Dengan arahan Prabowo untuk percepatan transformasi, akselerasi 100 GW surya, dan penguatan kesiapsiagaan darurat, Suroso Isnandar diharapkan mampu membawa PLN ke arah yang lebih efisien, produktif, dan tanggap .

Tantangan utama yang akan dihadapi Suroso antara lain:

  • Mempercepat transisi energi dari pembangkit fosil ke energi terbarukan, terutama surya

  • Meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk mencegah blackout seperti di Batam

  • Mengevaluasi model bisnis PLN untuk mengurangi beban subsidi dan meningkatkan efisiensi

  • Memperkuat kesiapsiagaan darurat di seluruh wilayah Indonesia

Dengan pengalaman panjangnya di bidang ketenagalistrikan, manajemen risiko, transformasi digital, dan energi baru terbarukan, Suroso diyakini mampu menjawab tantangan tersebut .

Darmawan Prasodjo dicopot dari kursi Dirut PLN dalam RUPSLB yang digelar hanya berselang beberapa jam setelah rapat terbatas di Istana Merdeka. Blackout Batam yang berlangsung lebih dari 15 jam dan arahan Prabowo untuk transformasi 100 GW surya menjadi dua faktor utama yang mendorong percepatan pergantian pimpinan di perusahaan listrik negara tersebut.

Suroso Isnandar, dengan latar belakang akademis dan pengalaman panjang di PLN, kini memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan transformasi yang telah berjalan. Publik dan para pemangku kepentingan menantikan: akankah Suroso mampu menjawab ekspektasi Prabowo untuk menjadikan PLN lebih efisien, produktif, dan andal, atau akankah ia menghadapi tantangan yang lebih berat dari yang dibayangkan?

📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *