Workshop Hubungan Industrial Anyer: Membangun Sinergi Harmonis Pekerja dan Perusahaan

Workshop Hubungan Industrial Anyer digelar 1 Oktober 2026. Dihadiri Direktur SDM, Kadiv HCM, dan Disnaker Banten. Simak bedah kasus, validitas data, dan komitmen bersama.

Direktur SDM HPI dan Jajarannya disertai Peserta Workshop dari 8 Cabang , Unit Pelaksana. Foto LKP HPI

ANYER, PosNusantara.com – Workshop Hubungan Industrial Anyer sukses digelar pada Rabu, 1 Oktober 2026, di Anyer, Banten. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PT Haleyora Powerindo (HPI) dalam memperkuat dialog sosial dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan. Workshop Hubungan Industrial Anyer dihadiri oleh jajaran pimpinan HPI, seluruh Supervisor SDM dari 8 Unit Pelaksana, serta narasumber dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Banten.

Boot Workshop Hubungan Industrial
Pos Nusantara

Latar Belakang Workshop Hubungan Industrial Anyer

Workshop Hubungan Industrial Anyer merupakan kelanjutan dari rangkaian program penguatan hubungan industrial yang sebelumnya digelar di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kali ini, Anyer dipilih sebagai lokasi dengan Manager Cabang Banten bertindak sebagai tuan rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kapasitas, serta membangun komunikasi yang efektif antara manajemen dan pekerja di seluruh unit pelaksana.

Mengusung tema “Membangun Hubungan Industrial yang Harmonis Demi Kemajuan dan Kesejahteraan Pekerja dan Perusahaan” , workshop ini menegaskan komitmen HPI untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif, adil, dan produktif.

Baca juga: Workshop Hubungan Industrial UP4 Sumbar: Kolaborasi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial 

Peserta dan Narasumber

Workshop Hubungan Industrial Anyer dihadiri oleh:

No Peserta Keterangan
1 Muhammad Feriansyah Direktur SDM PT Haleyora Powerindo
2 Al Fattah Dwi Putra Kadiv HCM PT Haleyora Powerindo
3 Tim Hubungan Industrial HPI
4 Satuan Layanan Khusus HPI
5 PSDMO HPI
6 Manager Cabang Banten Tuan rumah
7 Tim IT HPI
8 Seluruh SPV SDM 8 Unit Pelaksana
9 HR HPI
10 Narasumber Disnaker Provinsi Banten

dengan penyelengara oleh LKP PT. Haleyora Powerindo

Kehadiran Direktur SDM dan Kadiv HCM menunjukkan keseriusan manajemen dalam mendengarkan aspirasi serta memastikan implementasi kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Fokus Diskusi: Harmoni Pekerja dan Perusahaan

Dalam Workshop Hubungan Industrial Anyer, peserta membahas sejumlah isu strategis, antara lain:

  1. Penguatan Dialog Sosial: Pentingnya komunikasi dua arah antara manajemen dan pekerja untuk mencegah terjadinya perselisihan.

  2. Implementasi LKS Bipartit: Memastikan seluruh ketentuan PKB dijalankan secara konsisten di setiap unit.

  3. Penyelesaian Perselisihan: Mekanisme penyelesaian yang cepat, adil, dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

  4. Kesejahteraan Pekerja: Pemenuhan hak normatif, termasuk upah, jaminan sosial, dan keselamatan kerja.

  5. Peran Supervisor SDM: Sebagai ujung tombak dalam mengelola hubungan industrial di tingkat unit.

Narasumber dari Disnaker Provinsi Banten memberikan perspektif regulasi dan praktik terbaik dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

Bedah Kasus: Pembelajaran dari Permasalahan Ketenagakerjaan di HPI

Salah satu sesi paling dinamis dalam Workshop Hubungan Industrial Anyer adalah bedah kasus. Peserta diajak untuk menganalisis secara mendalam berbagai permasalahan ketenagakerjaan yang pernah terjadi di lingkungan PT Haleyora Powerindo (HPI) dan entitas terkait.

Bedah kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh Supervisor SDM dalam menghadapi tantangan serupa di unit masing-masing.

Validitas Data: Memastikan Akurasi dan Transparansi

Dalam Workshop Hubungan Industrial Anyer, isu validitas data menjadi perhatian serius. Peserta membahas pentingnya memastikan bahwa setiap data ketenagakerjaan—mulai dari absensi, upah, lembur, hingga data kepesertaan jaminan sosial—akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Beberapa poin yang disepakati:

  1. Verifikasi Data Berkala: Setiap unit pelaksana wajib melakukan verifikasi data ketenagakerjaan secara berkala untuk memastikan tidak ada perbedaan antara data pusat dan data unit.

  2. Integrasi Sistem: Data dari berbagai sistem (kepegawaian, penggajian, absensi) harus terintegrasi dengan baik untuk menghindari duplikasi atau kesalahan input.

  3. Transparansi: Pekerja berhak mengakses data pribadi mereka, termasuk data upah dan jaminan sosial, untuk memastikan tidak ada kesalahan.

  4. Audit Internal: Tim Hubungan Industrial dan PSDMO akan melakukan audit internal secara periodik untuk memastikan validitas data.

Validitas data menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan antara pekerja dan perusahaan.

Baca juga: Yantek Grogol Jakarta: Morning Briefing Safety, Garda Terdepan Layanan Gangguan Teknik 

Mengupas Transformasi Digital di Balik Harmonisasi Hubungan Industrial PT Haleyora Powerindo

Employee Gathering HPI dan PLN ES Perkuat Sinergi Antarwilayah, Lanjutkan Semangat Workshop Hubungan Industrial

Khidmat dan Berbudaya: HPI Cabang Medan Gelar Upacara 17 Agustus di PLN UIP Sumbagut dengan Balutan Ulos

Peran Strategis Supervisor SDM

Workshop Hubungan Industrial Anyer menempatkan Supervisor SDM sebagai aktor kunci. Mereka adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pekerja setiap hari. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat tentang regulasi ketenagakerjaan, keterampilan komunikasi, dan kemampuan mediasi menjadi kompetensi yang wajib dimiliki.

Dalam sesi diskusi, para SPV SDM diajak untuk:

  • Mengidentifikasi potensi konflik sejak dini.

  • Menjadi fasilitator dalam perundingan bipartit.

  • Memastikan hak-hak pekerja terpenuhi.

  • Membangun budaya kerja yang saling menghargai.

Komitmen Bersama: Ditandatangani Seluruh SPV 8 Unit Pelaksana

Puncak dari Workshop Hubungan Industrial Anyer adalah penandatanganan komitmen bersama yang diwakili oleh seluruh Supervisor SDM dari 8 Unit Pelaksana HPI. Komitmen ini berisi kesepakatan untuk:

  1. Membangun Hubungan Industrial yang Harmonis: Menjaga komunikasi dua arah yang konstruktif antara manajemen dan pekerja.

  2. Menegakkan Implementasi LKS Bipartit: Memastikan seluruh ketentuan Perjanjian Kerja Bersama dijalankan secara konsisten di setiap unit.

  3. Menyelesaikan Perselisihan Secara Bermartabat: Mengedepankan dialog dan mediasi dalam setiap penyelesaian perselisihan.

  4. Memastikan Validitas Data: Menjaga akurasi dan transparansi data ketenagakerjaan.

  5. Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja: Memenuhi hak-hak normatif pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Penandatanganan komitmen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan hubungan industrial di HPI. Dengan komitmen ini, seluruh Supervisor SDM dari 8 Unit Pelaksana berjanji untuk menjadi ujung tombak dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, adil, dan produktif.

Komitmen ini juga menjadi pengingat bahwa hubungan industrial yang sehat bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama antara manajemen, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen PT Haleyora Powerindo

Melalui Workshop Hubungan Industrial Anyer, PT Haleyora Powerindo menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan industrial yang harmonis. Direktur SDM, Muhammad Feriansyah, menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan pekerja.

“Hubungan industrial yang harmonis adalah fondasi bagi keberlanjutan perusahaan. Kami ingin memastikan setiap pekerja merasa dihargai dan didengar.” — Muhammad Feriansyah, Direktur SDM PT Haleyora Powerindo

Senada dengan itu, Kadiv HCM Al Fattah Dwi Putra menambahkan bahwa workshop ini menjadi wadah untuk menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan.

Workshop Hubungan Industrial Anyer telah sukses menjadi jembatan antara manajemen, pekerja, dan pemerintah. Dengan semangat kolaborasi, HPI terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, adil, dan sejahtera bagi semua pihak. Kegiatan ini diharapkan dapat menular ke seluruh unit pelaksana, sehingga hubungan industrial yang harmonis tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi budaya kerja sehari-hari.

Melalui bedah kasus, validitas data, dan komitmen bersama yang ditandatangani seluruh SPV 8 Unit Pelaksana, HPI membuktikan bahwa hubungan industrial yang sehat adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.

PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *