Kisah Ciptadi Hestu Dwiwaluyo: Dari Magang Pengacara hingga Supervisor Billman HPI, Mengabdi 25 Tahun di ULP Brebes

Kisah Ciptadi Hestu Dwiwaluyo, supervisor billman HPI di ULP Brebes. Lulusan hukum UNISSULA yang mengabdi 15 tahun, berganti-ganti vendor hingga akhirnya berlabuh di PLN ES Group.

Cipta Hestu Dwiwaluyo, saat interview untuk seleksi di PT. Haleyora Powerindo (5/08/2026) (foto: PN.com)

JAKARTA, PosNusantara.com – Di balik setiap angka di rekening listrik yang Anda terima setiap bulan, ada perjuangan para billman yang tak terlihat. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap kilowatt yang Anda gunakan tercatat dengan benar. Namun, perjalanan karier mereka tidak selalu mulus. Ada suka, duka, dan dedikasi yang membentang lebih dari sekadar pekerjaan.

Salah satu sosok yang mewakili perjalanan panjang itu adalah Ciptadi Hestu Dwiwaluyo. Pria kelahiran 15 Desember 1974 ini adalah seorang supervisor di ULP Brebes, yang telah mengabdikan lebih dari 25 tahun hidupnya untuk menjadi bagian dari ekosistem kelistrikan nasional. Jejak kariernya telah melewati berbagai ULP, dari Slawi, Pemalang, Tegal Timur hingga kini di ULP Brebes, dengan tanggung jawab yang terus berkembang.

📖 Perjalanan Panjang dari Meja Pengacara ke Lapangan Billman

Jejak Ciptadi sebelum menjadi billman ternyata tidak biasa. Ia memulai karirnya sebagai magang di kantor pengacara. Namun, takdir membawanya ke jalur yang berbeda. Pada tahun 1998, ia berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang.

Meskipun memiliki latar belakang hukum, Ciptadi justru memilih jalur operasional di lapangan sebagai billman. Ini adalah bukti bahwa dunia manajemen billing tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kedisiplinan dan integritas tinggi—nilai-nilai yang ia bawa dari pendidikannya sebagai sarjana hukum.

🔄 Berganti-ganti Vendor hingga Akhirnya Berlabuh di HPI

Perjalanan Ciptadi sebagai billman tidak instan. Sebelum akhirnya bergabung dengan PT Haleyora Powerindo (HPI) yang merupakan bagian dari PLN ES Group, ia sempat mengalami masa-masa berganti-ganti vendor. Ia bekerja untuk berbagai perusahaan alih daya yang menangani pekerjaan catat meter di lingkungan PLN.

Namun, kini ia merasa sangat bersyukur. Bergabung dengan HPI memberikan kepastian dan stabilitas yang selama ini ia cari.

“Saya sangat menikmati pekerjaan ini dan bersyukur sekarang bisa bergabung dengan PT Haleyora Powerindo PLN ES Group. Sebelumnya saya sempat berganti-ganti vendor, tapi sekarang saya merasa lebih tenang dan pasti,” ungkap Ciptadi.

📋 Tanggung Jawab: Membawahi 56 Cater dan Tusbung

Saat ini, sebagai supervisor di ULP Brebes, Ciptadi membawahi 56 Cater (petugas catat meter) dan Tusbung (petugas Pemutus dan Penyambung—istilah untuk petugas yang menangani  tagihan lebih dari 3 bulan). Jumlah ini mencerminkan besarnya tanggung jawab yang ia pikul dalam memastikan kelancaran operasional Manajemen Billing di wilayah kerjanya.

Bagi Ciptadi, menjadi supervisor bukanlah tugas mudah. Ini berarti bertanggung jawab tidak hanya pada pekerjaan sendiri, tetapi juga pada kinerja tim. Pengalamannya berpindah dari Slawi ke Pemalang, lalu ke Brebes, telah membentuknya menjadi pemimpin yang tangguh dan adaptif.

😊 Suka di Balik Lembar Tagihan

Meskipun pekerjaan ini sering dianggap sepele, ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan oleh para billman seperti Ciptadi.

1. Merasa Sebagai Garda Terdepan PLN
Para billman adalah “wajah” PLN bagi masyarakat. Ketika mereka datang dengan ramah, mencatat meter, dan memberikan informasi tagihan, mereka sedang membangun citra positif perusahaan.

2. Interaksi dengan Pelanggan
Setiap hari adalah pertemuan dengan orang baru. Ada pelanggan yang ramah, menawarkan minum, atau sekadar berbincang hangat. Interaksi inilah yang sering menjadi pelepas penat di tengah padatnya tugas.

3. Kontribusi Nyata untuk Negara
Listrik adalah denyut nadi pembangunan. Dengan memastikan pencatatan yang akurat, seorang billman berkontribusi langsung pada pendapatan negara dan keberlanjutan operasional PLN.

CIPTADI HESTU DWIWALUYO , sesi wawncara dengan Jurnalis PosNusantara.com( foto: PosNusantara.com)

😰 Duka dan Tantangan di Lapangan

Di balik sisi positifnya, profesi ini juga penuh dengan tantangan yang menguji kesabaran dan mental.

1. Cuaca Ekstrem
Hujan deras, terik matahari, atau jalan becek adalah pemandangan sehari-hari. Para billman harus tetap bekerja di segala kondisi untuk memastikan data meteran tercatat tepat waktu.

2. Target dan Tekanan Kinerja
Setiap billman dibebani target pencatatan dan penagihan yang harus dicapai setiap bulannya. Tekanan untuk memenuhi angka ini sering kali menjadi sumber stres tersendiri. Ciptadi, sebagai supervisor, juga harus memastikan timnya mencapai target tersebut.

3. Menghadapi Pelanggan yang Sulit
Tidak semua pelanggan ramah. Ada yang menolak didatangi, mempertanyakan tagihan, atau bahkan berlaku kasar. Di sinilah kesabaran dan kemampuan komunikasi seorang billman diuji.

4. Risiko Keselamatan Kerja
Bekerja di lapangan memiliki risiko tersendiri. Mulai dari digigit anjing, tergelincir, hingga risiko tersengat listrik saat memeriksa meteran yang rusak. Ini adalah risiko yang harus dihadapi setiap hari.

💡 Sebuah Refleksi

Kisah Ciptadi Hestu Dwiwaluyo adalah cerminan dari ribuan billman lainnya di seluruh Indonesia. Dari seorang sarjana hukum yang pernah magang di kantor pengacara, hingga menjadi supervisor yang membawahi puluhan petugas catat meter. Perjalanan kariernya yang panjang, dengan segala pasang surut, menggambarkan dedikasi dan ketekunan yang luar biasa.

Mereka bukan sekadar “tukang catat meter.” Mereka adalah ujung tombak pelayanan, yang perjuangannya seringkali tidak terlihat. Profesi Manajemen Billing bukan hanya tentang angka di lembar tagihan, tetapi juga tentang keandalan, integritas, dan pengabdian yang tak kenal lelah.

Kini, setelah sekian lama berganti-ganti vendor, Ciptadi dan rekan-rekannya menikmati kepastian sebagai bagian dari keluarga besar PT Haleyora Powerindo, PLN ES Group. Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya menemukan tempat berlabuh.

Kisah Ciptadi Hestu Dwiwaluyo, supervisor billman HPI di ULP Brebes. Lulusan hukum UNISSULA yang mengabdi 15 tahun, berganti-ganti vendor hingga akhirnya berlabuh di PLN ES Group.(foto:Zego)

📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *