Zikir dan Doa Kebangsaan Diikuti 100 Ribu Peserta di Monas, Enam Pemuka Agama Pimpin Doa untuk Indonesia

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas diikuti 100 ribu peserta. Enam pemuka agama pimpin doa lintas agama, Menag Nasaruddin Umar ajak jaga persatuan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan dalam acara Zikir dan Doa Bersama Lintas Agama di Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam. Foto: BPMI Setpres
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, PosNusantara.com – Lebih dari 100.000 warga dari berbagai wilayah dan latar belakang agama memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026) malam. Mereka hadir dalam rangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 21.00 WIB ini dihadiri oleh para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih serta para tokoh lintas agama. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pun turut mewarnai gelaran doa kebangsaan tersebut.

Khidmat dan Syukur di Bawah Langit Monas

Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monas sejak sore hari. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan paduan suara dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dan Katolik Kementerian Agama.

Puncak kemeriahan terjadi saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 1 hingga 14 oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026. Suara merdu sang qari menggetarkan hati ribuan jamaah yang hadir.

Menang Nasaruddin Umar (tengah) dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diadakan di Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Enam Pemuka Agama Pimpin Doa Bersama

Puncak acara adalah doa kebangsaan lintas agama yang dipimpin oleh enam tokoh agama. Secara bergantian, para pemuka agama memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing, namun dengan satu harapan yang sama: kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan bagi Indonesia.

Doa diawali oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mewakili umat Kristen. Ia memohon agar Indonesia dijauhkan dari polarisasi dan perpecahan, serta memohon hikmat bagi para pemimpin bangsa.

Selanjutnya, Rm. Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th. memimpin doa bagi umat Katolik. Dalam doanya, ia mengutip pesan Santo Paulus dan berharap seluruh elemen bangsa menjadi pembawa damai, pengampunan, dan kerukunan.

Pinandita Gede Pastika mewakili umat HinduBhikku Bhadranatha, Thera mewakili umat Buddha, serta Xs. Budi S. Tanuwibowo mewakili umat Konghucu turut memanjatkan doa bagi kejayaan Indonesia.

Doa lintas agama ditutup oleh H. Husni Ismail, Imam Masjid Istiqlal, mewakili umat Islam. Dalam doanya, ia mengajak seluruh bangsa bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan memohon agar Indonesia senantiasa diberi persatuan, kedamaian, dan kemajuan.

Lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan jemaah menjadi penutup yang mengharukan.

Menag: Zikir dan Doa Perkuat Persatuan

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyampaikan bahwa makna Zikir dan Doa Kebangsaan adalah sebagai ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” ujar Nasaruddin.

Menag juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap tanah air.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” katanya.

Harapan dari Para Jamaah

Salah seorang peserta, Wayan Kembarayana, yang datang bersama 50 orang dari komunitas umat Hindu di Cijantung, berharap acara ini semakin mempererat keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Harapannya semoga Indonesia terus damai, dalam situasi kondisi yang sekarang ini,” ujar Wayan.

Ia juga menyampaikan bahwa toleransi dan saling menghormati sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat Indonesia.

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan, persatuan dan doa bersama adalah kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menyongsong masa depan.

📝 PosNusantara.com — Cepat · Akurat · Terpercaya

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *